cerita dewasa
Ngentot
Sama Mama Mertuaku
Aku berusia 24 tahun, jujur wajahku tampan ( bukannya sombong ), tak
heran kalau banyak wanita yang tergila gila padaku. Aku bekerja di
perusahaan asing sebagai management. Kejadian ini berawal pada saat aku hidup
berumah tangga, sudah 1 tahun lebih aku hidup berumah tangga, tapi belum juga
dikaruniai seorang anak. aku punya seorang isteri yang sangat cantik, setia,
sabar dan sikapnya dewasa, dia bekerja sebagai dokter disalah satu rumah sakit negeri
diJakarta. Tiap malam jumat aku selalu melakukan hubungan sex dengan isteriku,
bahkan bukan hanya hari itu juga tapi di hari ssenin itu sering kulakukan
dengan isteriku.
“sayaaaang.. sini dong mama uda tidak sabar…” panggilan ibu
mertuaku manja. kulihat ibu mertuaku duduk diatas ranjang. Langsung aku
mencopot seluruh bajuku dan kuhanya mengenakan CD. Langsung aku naik keatas
ranjang besar dan empuk itu. Segera kujamah tubuh ibu mertuaku dengan sentuhan
lembut dipahanya. “aaaahhhhh…..” desah ibu mertuaku sambil memejamkan mata.
Langsung aku mencumbu bibirnya yang merah dengan lahap. Spontan langsung ibu
mertuaku membalasnya dengan liar, bahkan lebih liar dari yang aku kira. Setelah
beberapa menit aku beralih ke lehernya yang putih dan mulus.
“aaaaahhhhh…..sudah lama mama pengen merasakan ini…..akhirnya tanpa diminta
kamu mengerti apa beban bathin mama selama ini….aaaaahhhhh…..aaaaaahhhhhh”
desahan ibu mertuaku semakin menjadi jadi seperti desahan di film film bokep.
Setelah satu menit lebih aku menciumi lehernnya aku beralih ke dadanya aroma
wangi ditubuhnya membuatku semakin menjadi jadi. Kuciumi dengan lahap dan
bringas dadanya sambil memeluk erat tubuhnya. Penisku semakin keras dan amat
keras seakan akan CD ku tak kuat menahan penisku yang tegak berdiri. Sambil
menciumi dadanya aku mencoba melepas kaos yang dia pakai. Akhirnya beberapa
menit kemudian kaosnya terlepas. Terpampang didepanku dua buah payudara montok
dan mulus yang masih terbungkus oleh BH G-string hitam. Langsung aku menyosor
payudaranya yang masih terbungkus BH G-String hitam itu.
“aaaaahhh…..aaaahhhh….aaaaahhhh……buka aja….buka BH nya sayang …… “ sambil terus
menciumi kedua payudaranya yang montok. Ibu mertuaku mengeluh keenakan sambil
memejamkan mata dan mendesah. Kemudian aku mencoba meraih kancing BH nya yang
berada dipunggungnya. Tak lama kemudian aku berhasil meraih kancing BH nya yang
berada dipunggungnya, dan aku menjatuhkan BH nya ke lantai. Kulihat putting
payudaranya yang coklat terlihat sangat kontras. Langsung ku lahap putting
payudaranya yang kiri dengan mulutku. “aaaaaahhhhhh…….
aaaaahhh…..aaaahhhh….aaaaahhhh…… enak baget sayaaaaaaang…. Kamu benar..benar…
aaaaahhh…..aaaahhhh….tahu… apa yang mama…. aaaaahhh…..aaaahhhh….aaaaahhhh……
yang mama pengen” sambil mendesah dan memejamkan mata dia berusaha mengucapkan
kata kata itu” kuciumi seluruh permukaan kedua payudaranya, kuhisap berulang
kali, kuhisap dengan kuat sampai hisapan mulutku terdengar keras “ccpppceekkk”
kulihat ibu mertuaku mengeluh keenakan.
“ooohhh…oooohhhh…..aaaaahhhhh….enak…..sekali sayaaaaang !!!!” tak hanya itu aku
menjilati seluruh permukaan kedua payudaranya dengan bringas sampai sampai
seluruh kedua permukaan payudaranya basah karena air liurku. Ibu mertuaku
mengeluh keenakan sambil memejamkan mata dan mendesah . Kemudian aku beralih ke
perut dan pusarnya, kuciumi dengan penuh gairah sambil melepaskan rok hitam
yang dia pakai. Tak lama kemudian rok hitam itu terlepas dari tubuhnya. Kulihat
CD G-string yang berwarna hitam itu agak terlihat basah. Dengan posisi duduk
ibu mertuaku melorotkan CD ku “buka aja…gak usah malu…sayaaaang..tuh kan udah
bangun dari tadi” ibu mertuaku langsung mengelus elus penisku yang sudah tegak
berdiri sambil mencoba mencium penisku. Dia mendorong tubuhku dan akhirnya aku
terbaring diranjang empuk itu. Lamgsung dia menciumi pensiku dengan ganas dan
bringas, liar sekali ibu mertuaku saat itu. Aku segera bangun dari ranjang
kemudian aku mendorong tubuh ibu mertuaku dan akhirnya kepala ibu mertuaku
beralas bantal yang empuk dan terbaring diatas ranjang. Langsung aku mencopot
CD G-string yang dia pakai. Wow vaginanya masih terawatt dengan baik… merah
merona dengan ditumbuhi bulu lebat. Kulihat vaginanya sudah basah, langsung aku
menyosor selakanganya yang wangi dan menciumi seluruh permukaan vaginanya yang
ternyata juga wangi. “aaaaahhh…..aaaahhhh….aaaaahhhh……
aaaaahhh…..aaaahhhh….aaaaahhhh…… terus… jangan berhenti… terus…. Mama pengen
kamu terus ciumin punya mama…. aaaaahhh…..aaaahhhh….aaaaahhhh…… mama mohon
jangan berhenti” berkali kali cairan sperma keluar dari vagina ibu mertuaku.
“setelah beberapa menit aku beralih menciumi leher, dada, dan kedua payudaranya
yang montok sambil menindih tubuhnya. Penisku yang tegak berdiri menggesek
gesek selakangannya.. “aaaaahhh…..aaaahhhh….aaaaahhhh……
aaaaahhh…..aaaahhhh….aaaaahhhh…… kenapa ….. kenapa sayaaaang…..
aaaaahhh…..aaaahhhh….aaaaahhhh…… kenapa gak kamu masukin…. Mama uda gak tahan…
aaaaahhh…..aaaahhhh….aaaaahhhh……” “maaf ma… aku takut mama hamil….soalnya aku
takut tidak bissa menahan air maniku nanti…..” sahutku menjawab. “oooooohhhh…
aaaaahhh….ooooohhhh…...aaaahhhh….oooooohhhh …..aaaaahhhh…… tidak sayyang tidak
jangan buat mama tersiksa cepat masukin…. Mama gak peduli hamil apa tidak….”
Langsung aku menancapkan penisku kevaginanya yang basah. “slep slep slep slep”
penisku keluar masuk keluar masuk. Aku berulang kali menggenjot tubuhku. Ibu
mertuaku mengeluh keenakan sambil memejamkan mata dan mendesah
aaaaahhh….ooooohhhh…...aaaahhhh….oooooohhhh …..aaaaahhhh……
“beberapa menit kemudian penisku bereaksi pinggul seperti bergetar hebat saat
air maniku keluar deras menuju kedalam vaginanya ibu mertuaku. Beberapa menit
kemudian kami berganti posisi yaitu ibu mertuaku duduk diatas pangkuanku sambil
mengelus elus rambutku dan menggenjot genjot tubuhnya. Akupun menciumi leher,
dada dan payudaranya dengan liar dan bringas. Ibu mertuaku mengeluh
keenakan sambil memejamkan mata dan mendesah “aaaaahhh….ooooohhhh…...aaaahhhh….oooooohhhh
…..aaaaahhhh…… “ Tak lama kemudian kurasakan air maniku keluar
bersamaan dengan air mani ibu mertuaku. “Kenapa gak dari dulu sih kamu
melakukan ini pada mama aaaaahhh….ooooohhhh…...aaaahhhh….oooooohhhh …..aaaaahhhh……
“ sambil mendesah dan memejamkan mata dia bertanya kepadaku. “saya tidak tahu
ma… kalau sebenernya mama pengen banget bercinta dengan saya….” Jawabku dengan
nada lirih. Setelah beberapa menit kami berganti posisi lagi. Posisiku
sekarang tubuhku berbaring diatas ranjang dan ibu mertuaku menindih tubuhku.
Dia berkali kali menggenjot genjot tubunya sendiri sambil mendesah dan
memejamkan mata “aaaaahhh….ooooohhhh…...aaaahhhh….oooooohhhh
…..aaaaahhhh…… “ waktu terus berlalu kami tertidur sampai pagi
diranjang besar itu”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar